BAHAS RUANG LINGKUP KERJA SAMA, PEMKAB POLMAN DAN DJPB SULBAR GELAR PEMBAHASAN NOTA KESEPAKATAN
27 Aug 2026 BERITA
POLEWALI MANDAR – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat, Kementerian Keuangan RI menggelar pembahasan Nota Kesepakatan tentang Peningkatan Tata Kelola Pengelolaan Keuangan Negara dan Keuangan Daerah. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Asisten II Setda Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (27 Agustus 2026) dan dipimpin oleh Asisten III Setda Polman.
Rapat dihadiri unsur terkait sesuai undangan, diantaranya Sekretaris Dinas Keuangan, Bagian Hukum Setda, Kabag Pemerintahan, Kabid Pencatatan dan Pelaporan, Kabid Verifikasi, serta perwakilan Kepala Kantor Wilayah DJPB Provinsi Sulbar.
Dalam rapat, salah satu yang dibahas adalah ruang lingkup pembahasan nota kesepakatan, yang meliputi:
1. Penyediaan fasilitas DASHBOARD informasi ekonomi dan keuangan daerah
2. Peningkatan tata kelola keuangan negara dan keuangan daerah
3. Pertukaran data dan informasi keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah
4. Pemanfaatan kajian terkait fiskal regional pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah
Pembahasan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data di Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan Terbaru
BAHAS RUANG LINGKUP KERJA SAMA, PEMKAB POLMAN DAN DJPB SULBAR GELAR PEMBAHASAN NOTA KESEPAKATAN...
POLEWALI MANDAR – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat, Kementerian Keuangan RI menggelar pembahasan Nota Kesepakatan tentang Peningkatan Tata Kelola Pengelolaan Keuangan Negara dan Keuangan Daerah. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Asisten II Setda Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (27 Agustus 2026) dan dipimpin oleh Asisten III Setda Polman.Rapat dihadiri unsur terkait sesuai undangan, diantaranya Sekretaris Dinas Keuangan, Bagian Hukum Setda, Kabag Pemerintahan, Kabid Pencatatan dan Pelaporan, Kabid Verifikasi, serta perwakilan Kepala Kantor Wilayah DJPB Provinsi Sulbar.Dalam rapat, salah satu yang dibahas adalah ruang lingkup pembahasan nota kesepakatan, yang meliputi: 1. Penyediaan fasilitas DASHBOARD informasi ekonomi dan keuangan daerah 2. Peningkatan tata kelola keuangan negara dan keuangan daerah 3. Pertukaran data dan informasi keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah 4. Pemanfaatan kajian terkait fiskal regional pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerahPembahasan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data di Kabupaten Polewali Mandar....
Selengkapnya...
Rakor Cipta Karya TA 2028: Wujudkan Keselarasan Program Infrastruktur di Sulbar...
Telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program TA 2028 Bidang Cipta Karya di wilayah Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Aula BAPPERIDA Kabupaten Polewali Mandar, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Barat sebagai tindak lanjut amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia serta Nota Dinas Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Cipta Karya Nomor KU0101/B/CP/2026/0576 tentang Identifikasi Readiness Criteria.Kegiatan bertujuan untuk melakukan konsolidasi, koordinasi, dan sinkronisasi program Bidang Cipta Karya, khususnya dalam rangka penyusunan dan penyiapan program Tahun Anggaran 2028 di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud keselarasan program dan kegiatan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta tersedianya data dan informasi program yang lebih terpadu sebagai dasar perencanaan pembangunan infrastruktur Cipta Karya....
Selengkapnya...
Lokakarya Riset dan FGD Hilirisasi Riset yang digelar di Universitas Sulawesi Barat...
MAJENE – Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Polewali Mandar menghadiri Lokakarya Riset dan FGD Hilirisasi Riset yang digelar di Universitas Sulawesi Barat, Kamis (27 Agustus 2026).Kegiatan ini bertujuan mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan peneliti dalam mengoptimalkan hasil riset untuk pembangunan daerah.Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bapperida Polman yang hadir menyatakan komitmen Pemkab Polman untuk penguatan riset berbasis pemanfaatan potensi lokal."Hasil riset yang dilakukan di daerah lain, kiranya dapat direplikasi di Polewali Mandar mengingat kami juga memiliki potensi pangan lokal yang beranekaragam," ujarnya.Melalui forum ini, Bapperida Polman berharap hasil riset dapat segera dihilirisasi dan diimplementasikan untuk mendukung kemandirian desa, ketahanan pangan, dan inovasi daerah di Kabupaten Polewali Mandar....
Selengkapnya...
Dorong Kemandirian Petani Kakao dan Perlindungan Anak di Polewali Mandar, Save the Children dan Mars Impact Fund Bekerja Sama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar Resmi Luncurkan Program Women R.I.S.E. ...
Polewali Mandar, 26 Agustus 2026 – Dalam upaya memperkuat ketangguhan ekonomi keluarga petani kakao sekaligus membangun lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak-anak, Save the Children Indonesia bersama Mars Impact Fund resmi meluncurkan Program Women R.I.S.E. (Resilient & Inclusive Systems for Empowerment) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Program kolaboratif ini akan berjalan selama tiga tahun hingga Februari 2029. Berfokus pada penguatan kapasitas lokal, Program Women R.I.S.E. hadir untuk menjawab berbagai tantangan mendasar di perdesaan, seperti ketidakpastian produktivitas pertanian akibat perubahan iklim, keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal, hingga pentingnya pelibatan perempuan dan pemenuhan hak-hak anak. Di tingkat nasional, inisiatif yang didukung dana hibah sebesar $3 juta dari Mars Impact Fund ini menargetkan 17.250 petani kakao di 115 desa yang tersebar di lima provinsi (Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Aceh). Dengan porsi partisipasi perempuan mencapai 60%, program ini akan memberikan dampak positif bagi lebih dari 8.000 anak. Pendekatan utama program ini berpusat pada pengoptimalan Kelompok Simpan Pinjam Desa (Village Savings and Loan Association/VSLA). Platform VSLA dikembangkan tidak hanya sekadar wadah literasi dan pengelolaan keuangan, tetapi juga diintegrasikan dengan penguatan kepemimpinan perempuan, tata kelola desa, diversifikasi pendapatan, adopsi praktik pertanian cerdas iklim, serta edukasi perlindungan anak. “Melalui penguatan platform VSLA, kami berupaya mendorong pola asuh positif, kesejahteraan keluarga, serta perlindungan anak yang lebih kokoh di komunitas. Pendekatan ini esensial untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi sekaligus mencegah mekanisasi bertahan hidup yang berisiko merugikan anak, termasuk praktik pekerja anak. Kami berkomitmen memastikan perempuan dan generasi muda mendapatkan ruang yang lebih luas untuk menyuarakan aspirasi serta memimpin perubahan di komunitas mereka,” ungkap Ihwana Mustafa, Senior Manager Agriculture Portfolio Lead Save the Children Indonesia. Program Women R.I.S.E. mengedepankan pendekatan partisipatif melalui penyusunan Rencana Aksi Komunitas. Dengan menempatkan komunitas sebagai penggerak utama dan bukan sekadar penerima manfaat pasif, program ini berupaya menciptakan tatanan sosial-ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung terciptanya komunitas petani kakao yang memiliki ketahanan ekonomi mandiri, kohesi sosial yang erat, serta kesiapan menghadapi tantangan iklim. Kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola lokal dan membangun sinergi terpadu guna mewujudkan Model Desa Mandiri yang berkelanjutan demi masa depan generasi penerus,” ungkap Ika Eefendi, Hub Manager Mars Impact Fund. “Kegiatan ini sangat berkontribusi pada Arah Pembangunan Pemerintah Daerah terutama di tingkat desa yang motor penggeraknya adalah masyarakat utamanya perempuan dan anak dengan memberikan literasi dan diseminasi keuangan sampai mendorong terbentuknya lembaga keuangan di masyarakat, ungkap Ahmad Rizaldin Program Manager Sulawesi Citra Forum. Kehadiran Program Women R.I.S.E. mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Pemerintah daerah menilai bahwa penguatan sektor perkebunan kakao yang dipadukan dengan perlindungan anak dan keterlibatan perempuan sangat selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. “Kegiatan ini sangat menarik untuk dikembangkan di Polewali Mandar. Budaya ‘Sibali Parriq’ merupakan kearifan lokal dengan melibatkan perempuan dan anak yang ikut membantu suami dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sektor Perkebunan khususnya kakao merupakan sektor yang sangat berkorelasi dalam program Women R.I.S.E ini, ungkap Andi Masri Masdar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, kami menyambut baik dan siap bersinergi penuh dalam pelaksanaan Program Women R.I.S.E. Inisiatif ini sangat strategis karena menyatukan pilar ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan anak dalam satu kerangka kerja yang solid. Melalui konsolidasi Rencana Aksi Komunitas yang diselaraskan dengan intervensi anggaran daerah, mulai dari sektor kesehatan, gizi keluarga, hingga fasilitas air bersih dan sanitasi, kami optimis program ini dapat mendorong percepatan hadirnya desa-desa mandiri, inklusif, dan ramah anak di Polewali Mandar,” ungkap Akhmad Farid Rahim, Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Melalui kemitraan strategis ini, desa-desa dampingan di Polewali Mandar diharapkan mampu bertransformasi menjadi komunitas tangguh yang mandiri, memiliki jaringan yang solid, serta berdaya dalam menyuarakan kebutuhan serta aspirasi prioritas mereka demi kesejahteraan anak-anak dan generasi mendatang....
Selengkapnya...
