BALITBAGREN POLEWALI MANDAR MENYELENGGARAKAN RAPAT MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN TRIWULAN III TA. 2021
25 Oct 2021
BALITBAGREN
POLEWALI MANDAR MENYELENGGARAKAN RAPAT MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN TRIWULAN III
TA. 2021
Pemenerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Badan
Penelitian Pengembangan dan Perencanaan (Balitbangren) menggelar Rapat
Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Triwulan III Tahun Anggaran 2021
dilaksanakan secara tatap
muka dan melalui
virtual Zoom di Aula Sipamandaq Balitbangren Kabupaten
Polewali Mandar pada Hari Kamis, 21 Oktober 2021.
Penyelenggaran
Monev Triwulan ke III ini bertujuan untuk mengetahuai dan mempertegas sejauh
mana capaian realisasi sub kegiatan Perangkat daerah baik secara Fisik maupun
realisasi keuangan sampai dengan Triwulan ke III, terdapat 3 laporan monev
pembangunan triwulan ke III meliputi
1.
Kinerja Output sub
kegiatan sampai dengan triwulan ke III
2.
Realisasi anggaran sub
kegiatan sampai dengan triwulan ke III
3.
Asumsi dan resiko
capaian akhir Tahun 2021
Bupati Polewali Mandar dalam sambutannya menyampaikan
rasa syukur dan terima kasih kepada OPD yang telaksanakan capaian yang sudah
sesuai target, H. Andi Ibrahim Masdar juga
mengapresiasi capain Pembangunan yang sudah mencapai 100% dimasa pandemi yang masih melanda Kabupaten Polewali
Mandar. Bupati Polewali Mandar juga mendorong strategi internal setiap Kepala
OPD sampai dengan akhir tahun dengan memberikan beberapa penekanan kepada setiap perangkat daerah untuk
memaksimalkan kinerja sampai dengan akhir tahun. dengan empat poin utama
kebijakan masa pandemi covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah yaitu:
1.
Perhatian pada
penanggulangan pandemi covid-19 yang menunjukkan keadaan semakin membaik
2.
Pemulihan ekonomi
akibat dampak pandemi covid-19, sedikit-demi sedikit menunjukkan trend
peningkatan
3.
Penanganan
kesejahteraan sosial bagi masyarakat rawan dan miskin yang semakin membaik
4.
Adanya strategi penyelesaian
administrasi pelaksanaan pembangunan yang tertumpuh pada triwulan IV tahun
2021.
Setelah acara pembukaan,
rapat monitoring dan evaluasi dilanjutkan dengan paparan dan diskusi hasil
monitoring dan evaluasi pembangunan di lapangan dari masing-masing kepala
bidang lingkup Balitbangren dimulai dari Bidang Imprastruktur dan Wilayah,
Sosial Budaya, Ekonomi serta Bidang Perencanaan dan Pengendalian. Paparan dan
diskusi tersebut di pandu langsung oleh Sekretaris Balitbangren (Andi
Himawan Jasin, S.T, M.Si).
Acara monitoring dan
Evaluasi pembangunan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah
Kabupaten Polewali Mandar, para pejabat eselon 2 lingkup Kabupaten Polewali
Mandar, para pejabat Eselon 3 dan 4 yang mengikuti rapat secara vitual serta Para Kepala OPD. beberapa tindak lanjut harus
menjadi perhatian setiap OPD kembali diingatkan oleh Bupati
Polewali Mandar (H. Andi Ibrahim Masdar) sekaligus menutup acara rapat monitoring dan evaluasi triwulan III secara resmi.
Hasil dari Monitoring
dan Evaluasi Triwulan III ini diharapkan akan menjadi rekomendasi perbaikan dan
peningkatan pada Monev Pembangunan Triwulan ke IV berikutnya, mengingat pada Monev
Triwulan ke III ini terdapat 17 Perangakat Daerah yang berkategori dengan
realisasi tinggi dan sedang (66 % - 75,58
%), 26 Perangkat Daerah dengan Kinerja rendah (51,43 % - 65,60 %), dan 2
Perangkat Daerah dengan Realisasi sangat rendah (30 % - 40 %). Selanjutnya realisasi
dari aspek keuangan terdapat 11 Perangkat Daerah dengan realisasi keuangan tinggi
dan sedang (66,17 % - 77,67 %), 27 Perangkat daerah dengan kategori rendah
(52,43% - 65,45%), dan 7 Perangkat Daerah dengan kategori sangat rendah (34,74%
- 49,42%).
Editor : Murni, S.Pd
Kegiatan Terbaru
Dorong Kemandirian Petani Kakao dan Perlindungan Anak di Polewali Mandar, Save the Children dan Mars Impact Fund Bekerja Sama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar Resmi Luncurkan Program Women R.I.S.E. ...
Polewali Mandar, 26 Agustus 2026 – Dalam upaya memperkuat ketangguhan ekonomi keluarga petani kakao sekaligus membangun lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak-anak, Save the Children Indonesia bersama Mars Impact Fund resmi meluncurkan Program Women R.I.S.E. (Resilient & Inclusive Systems for Empowerment) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Program kolaboratif ini akan berjalan selama tiga tahun hingga Februari 2029. Berfokus pada penguatan kapasitas lokal, Program Women R.I.S.E. hadir untuk menjawab berbagai tantangan mendasar di perdesaan, seperti ketidakpastian produktivitas pertanian akibat perubahan iklim, keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal, hingga pentingnya pelibatan perempuan dan pemenuhan hak-hak anak. Di tingkat nasional, inisiatif yang didukung dana hibah sebesar $3 juta dari Mars Impact Fund ini menargetkan 17.250 petani kakao di 115 desa yang tersebar di lima provinsi (Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Aceh). Dengan porsi partisipasi perempuan mencapai 60%, program ini akan memberikan dampak positif bagi lebih dari 8.000 anak. Pendekatan utama program ini berpusat pada pengoptimalan Kelompok Simpan Pinjam Desa (Village Savings and Loan Association/VSLA). Platform VSLA dikembangkan tidak hanya sekadar wadah literasi dan pengelolaan keuangan, tetapi juga diintegrasikan dengan penguatan kepemimpinan perempuan, tata kelola desa, diversifikasi pendapatan, adopsi praktik pertanian cerdas iklim, serta edukasi perlindungan anak. “Melalui penguatan platform VSLA, kami berupaya mendorong pola asuh positif, kesejahteraan keluarga, serta perlindungan anak yang lebih kokoh di komunitas. Pendekatan ini esensial untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi sekaligus mencegah mekanisasi bertahan hidup yang berisiko merugikan anak, termasuk praktik pekerja anak. Kami berkomitmen memastikan perempuan dan generasi muda mendapatkan ruang yang lebih luas untuk menyuarakan aspirasi serta memimpin perubahan di komunitas mereka,” ungkap Ihwana Mustafa, Senior Manager Agriculture Portfolio Lead Save the Children Indonesia. Program Women R.I.S.E. mengedepankan pendekatan partisipatif melalui penyusunan Rencana Aksi Komunitas. Dengan menempatkan komunitas sebagai penggerak utama dan bukan sekadar penerima manfaat pasif, program ini berupaya menciptakan tatanan sosial-ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung terciptanya komunitas petani kakao yang memiliki ketahanan ekonomi mandiri, kohesi sosial yang erat, serta kesiapan menghadapi tantangan iklim. Kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola lokal dan membangun sinergi terpadu guna mewujudkan Model Desa Mandiri yang berkelanjutan demi masa depan generasi penerus,” ungkap Ika Eefendi, Hub Manager Mars Impact Fund. “Kegiatan ini sangat berkontribusi pada Arah Pembangunan Pemerintah Daerah terutama di tingkat desa yang motor penggeraknya adalah masyarakat utamanya perempuan dan anak dengan memberikan literasi dan diseminasi keuangan sampai mendorong terbentuknya lembaga keuangan di masyarakat, ungkap Ahmad Rizaldin Program Manager Sulawesi Citra Forum. Kehadiran Program Women R.I.S.E. mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Pemerintah daerah menilai bahwa penguatan sektor perkebunan kakao yang dipadukan dengan perlindungan anak dan keterlibatan perempuan sangat selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. “Kegiatan ini sangat menarik untuk dikembangkan di Polewali Mandar. Budaya ‘Sibali Parriq’ merupakan kearifan lokal dengan melibatkan perempuan dan anak yang ikut membantu suami dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sektor Perkebunan khususnya kakao merupakan sektor yang sangat berkorelasi dalam program Women R.I.S.E ini, ungkap Andi Masri Masdar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, kami menyambut baik dan siap bersinergi penuh dalam pelaksanaan Program Women R.I.S.E. Inisiatif ini sangat strategis karena menyatukan pilar ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan anak dalam satu kerangka kerja yang solid. Melalui konsolidasi Rencana Aksi Komunitas yang diselaraskan dengan intervensi anggaran daerah, mulai dari sektor kesehatan, gizi keluarga, hingga fasilitas air bersih dan sanitasi, kami optimis program ini dapat mendorong percepatan hadirnya desa-desa mandiri, inklusif, dan ramah anak di Polewali Mandar,” ungkap Akhmad Farid Rahim, Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Melalui kemitraan strategis ini, desa-desa dampingan di Polewali Mandar diharapkan mampu bertransformasi menjadi komunitas tangguh yang mandiri, memiliki jaringan yang solid, serta berdaya dalam menyuarakan kebutuhan serta aspirasi prioritas mereka demi kesejahteraan anak-anak dan generasi mendatang....
Selengkapnya...
Bapperida Polman Gelar Koordinasi Teknis Data Geospasial Perkebunan Kakao dan Kopi...
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui koordinasi lintas perangkat daerah melaksanakan Koordinasi Teknis Data Geospasial Perkebunan Kakao dan Kopi.Kegiatan ini bertujuan mendukung penyusunan data sektoral yang akurat, terintegrasi, dan berbasis spasial sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.Berdasarkan hasil identifikasi, luas perkebunan kakao di Kabupaten Polewali Mandar tercatat 48.929,50 hektar dan luas perkebunan kopi 2.269,88 hektar. Identifikasi dilakukan untuk memetakan sebaran spasial perkebunan serta keterkaitannya dengan kawasan hutan.Dalam analisis digunakan beberapa peta dasar, meliputi Peta Kawasan Hutan, Peta Perhutanan Sosial, Peta STDB Kakao Tahun 2024 dan 2025, Peta Tutupan Lahan, dan Peta Batas Administrasi Desa dan Kecamatan. Integrasi peta tematik ini menghasilkan data geospasial yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.Kegiatan dihadiri oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Kepala Bidang Ekonomi Bapperida, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, dan Kepala Bidang IPWIL Bapperida. Sinergi ini diharapkan mewujudkan satu data geospasial perkebunan yang terpadu untuk mendukung kebijakan dan pengelolaan sektor perkebunan yang berkelanjutan di Kabupaten Polewali Mandar....
Selengkapnya...
Bappenas dan Bapperida Polman Identifikasi Potensi Unggulan Sulbar Lewat Kunjungan Lapangan...
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Polewali Mandar melalui Bidang Ekonomi mendampingi kunjungan lapangan Tim Kementerian PPN/Bappenas dalam rangka penyusunan Core Competence wilayah Sulawesi Barat. Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Bapperida Provinsi Sulbar, Dinas Perkebunan Sulbar, serta Disbuntarnak Polewali Mandar untuk memperkuat sinergi lintas instansi dalam mengidentifikasi potensi unggulan daerah.?Rangkaian kunjungan lapangan ini mengeksplorasi sejumlah titik potensial penggerak ekonomi lokal, mulai dari PT Indonesia Hijau, CV Putra Mataram (MACOA), penangkaran bibit kakao, hingga sentra pengolahan Kopi Kampoeng dan Kopi Kurrak. Melalui peninjauan langsung ini, Bappenas bersama para pemangku kepentingan daerah memetakan komoditas dan industri unggulan secara komprehensif guna merumuskan arah kebijakan pengembangan kompetensi inti wilayah yang berkelanjutan di Sulawesi Barat....
Selengkapnya...
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara Terbaik II dalam ajang Jamsostek Award Tahun 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Barat....
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara Terbaik II dalam ajang Jamsostek Award Tahun 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Barat. Capaian membanggakan ini diraih usai Sekretaris Daerah Kab. Polman, Nursaid, S.Sos., M.M., merampungkan sesi pemaparan dan wawancara di hadapan tim 9 (tim penilai dari unsur jajaran pemprov, bp jamsostek, dan praktisi) yang dipimpin oleh Sekretaris Provinsi Sulbar Dr. Junda Maulana, M. Si. di Hotel Grand Maleo, Mamuju, pada Senin, 27 Juli 2026.Dalam kegiatan penilaian tersebut, Sekda Polman didampingi oleh Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kab. Polewali Mandar (M. Irdan Natsir), Kepala Bapperida Kab. Polewali Mandar (Akhmad Farid), serta Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan KC Polewali Mandar (Melania Theresia Mokalu). Kehadiran jajaran pejabat ini mencerminkan sinergi yang kuat dan solid antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan optimal bagi para pekerja.Pencapaian ini merupakan wujud nyata atas *komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam mengoptimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan*. Pemerintah daerah berharap prestasi ini dapat terus memotivasi peningkatan kualitas pelayanan publik serta *memperluas cakupan jaminan sosial demi mewujudkan kesejahteraan pekerja yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Polewali Mandar*....
Selengkapnya...
